Pramono: Tarif Transjabodetabek rute Blok M-Soetta akan segera diumumkan

Photo of author

By AdminTekno

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan tarif Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan segera diumumkan.

“Tarif TJ pada waktu saya secara resmi mencanangkan, kan pada waktu itu dikasih period untuk 3 bulan. Dan 3 bulan kan belum selesai, baru akan selesai, dan segera akan kita putuskan untuk itu,” kata Pramono usai meresmikan Gedung Dispora DKI Jakarta, Jumat (8/5).

“Untuk yang ke Soekarno-Hatta khusus untuk Soekarno-Hatta, yang lainnya nantinya akan diputuskan secara bersamaan,” tambahnya.

Pramono juga membeberkan sejumlah alasan yang membuat penetapan tarif rute ini memerlukan kajian tersendiri. Jarak yang jauh, banyaknya titik pemberhentian, hingga biaya parkir di bandara yang lebih tinggi dibanding lokasi lain menjadi pertimbangan utama.

“Kenapa yang Soekarno-Hatta berbeda? Karena yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga kosnya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain. Maka tentunya pengeluarannya juga tidak supaya subsidinya tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, tarif Transjabodetabek dan TransJakarta untuk rute lainnya masih berlaku seperti biasa, yakni Rp 2.000 pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, dan Rp 3.500 di atas pukul 07.00 WIB.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta meresmikan operasional layanan Transjabodetabek rute SH2 Blok M–Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (12/3). Rute baru ini diharapkan menjadi alternatif transportasi publik menuju bandara sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Hari ini kita memulai sesuatu yang baru yang ditunggu oleh masyarakat, yaitu meresmikan layanan Transjabodetabek SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. Trayek ini adalah trayek yang ditunggu oleh banyak orang,” kata Pramono saat peresmian Transjabodetabek SH2 di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).​​​​​​​​​​​​​​​​

Rute tersebut dilayani oleh 14 armada dengan 23 titik pemberhentian. Seluruh bus menggunakan tipe low deck untuk memudahkan penumpang naik turun, khususnya di area bandara. Bus juga berhenti di tiga terminal utama, yakni Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.

“Jadi yang pertama busnya berbeda. Deck-nya lebih rendah karena di sana kan ada tiga titik di airport yang harus diberhentikan. Tiga-tiganya akan di Terminal 1, 2, dan 3. Kemudian di dalam busnya sendiri ada tempat untuk menaruh koper-koper,” jelas Pramono.

Leave a Comment