Sebanyak 150 personel Tim SAR gabungan kembali dikerahkan secara intensif pada Minggu (10/5) untuk melanjutkan pencarian dua pendaki yang dilaporkan hilang akibat erupsi Gunung Dukono. Upaya pencarian ini menjadi krusial mengingat kondisi medan yang menantang pasca-bencana alam tersebut.
Kedua pendaki yang sedang dalam pencarian tersebut adalah warga negara Singapura, yakni Heng Wen Qiang Timothy (30 tahun) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27 tahun). Mereka menjadi fokus utama tim penyelamat setelah insiden erupsi yang mengejutkan.
Sejak pukul 07.00 WIT, tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan berbagai elemen SAR lainnya telah dibagi menjadi empat tim pencarian. Seluruh tim langsung bergerak menuju target area di puncak gunung, mengacu pada titik-titik krusial yang telah ditentukan sebelumnya. Lokasi pencarian ini strategis, tidak jauh dari tempat satu korban Warga Negara Indonesia (WNI) ditemukan lebih dulu pada Sabtu (9/5) kemarin.
Operasi pencarian berskala besar ini tidak hanya melibatkan personel di lapangan, tetapi juga mendapat pemantauan langsung dari sejumlah pejabat tinggi. Mereka adalah Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua; Pangdam Pattimura Maijen TNI Dody Triwinarto; serta Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menunjukkan keseriusan dan komitmen pihak berwenang dalam upaya penyelamatan ini.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa lokasi hilangnya kedua korban diduga sangat dekat dengan bibir kawah. “Kami sudah melakukan briefing dan menyimpulkan bahwa posisi mereka diperkirakan berada di sekitar wilayah kawah, kurang lebih 50 meter. Ini karena lokasi evakuasi satu korban sebelumnya tidak jauh, sekitar 100-150 meter dari titik tersebut,” ungkap Iwan, memberikan gambaran jelas tentang area fokus pencarian.
Iwan juga memaparkan strategi pencarian hari ketiga yang membagi tim menjadi empat Satuan Regu Pencarian (SRU). SRU 2 dan SRU 3 bertindak sebagai tim eksekutor utama dalam proses evakuasi, sementara SRU 1 dan SRU 4 berperan sebagai tim pendukung (backup). Pembagian tugas ini dirancang untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi dapat terus berjalan efektif, mengingat aktivitas erupsi yang masih terus terjadi di Gunung Dukono.
Sementara itu, Pangdam Pattimura XV, Mayjen TNI Dody Triwinarto, menegaskan pentingnya penambahan personel dari TNI untuk mempercepat proses pencarian kedua korban. “Kami menambahkan kekuatan personel sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari TNI agar upaya ini bisa lebih cepat. Dengan banyaknya personel, tentu akan semakin memudahkan,” jelas Dody. Ia juga menekankan agar seluruh tim SAR yang bertugas senantiasa mengutamakan keselamatan, dengan terus memantau kondisi cuaca yang dinamis di sekitar puncak gunung.