Ringkasan Berita:
- Pencetak Gol: Persija (Alaeddine Ajaraie 19′), Persib (Adam Alis 28′, 38′).
- Aktor Utama: Adam Alis mencetak brace (dua gol) ke gawang mantan klubnya.
- Dampak Klasemen: Persib semakin kokoh di puncak, sementara Persija resmi tersingkir dari persaingan juara.
Kita Tekno SAMARINDA – Duel klasik antara Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (10/5/2026), berakhir dengan luka mendalam bagi Macan Kemayoran.
Bukan hanya karena kalah skor 1-2, namun aktor utama di balik tumbangnya Persija adalah mantan pemain mereka sendiri, Adam Alis.
Hukum Mantan di Menit Krusial
Gelandang kelahiran Jakarta ini tampil dingin sebagai pembeda.
Persija sempat memimpin lewat Alaeddine Ajaraie (19′), namun Adam Alis membalikkan keadaan hanya dalam kurun waktu 10 menit.
Gol pertama Adam di menit ke-28 lahir dari kejeliannya memanfaatkan kesalahan lini tengah Persija.
Dalam momen perebutan bola di depan kotak penalti, kaki Adam Alis lebih cepat dari pemain Persija dalam menendang bola. Bola tendangan Adam Alis itu meluncur ke tiang jauh, gagal dijangkau kiper Carlos Eduardo.
Tak berhenti di situ, pada menit ke-38, ketenangan pemain berusia 31 tahun ini kembali menaklukkan Carlos Eduardo setelah melakukan solo run mematikan.
Dia memanfaatkan serangan balik kilat dengan beradu lari dengan para pemain Macan Kemayoran.

Skor 2-1 bertahan hingga laga usai, sekaligus memastikan Persija gagal dalam perburuan gelar juara musim ini.
Jejak Karier: Dari Persija Junior ke Ikon Rival
Bagi The Jakmania, pemandangan ini terasa sangat ironis.
Adam Alis memulai langkah sepak bolanya dari level junior Persija Jakarta pada 2010.
Sebagai putra daerah, ia sempat menjadi harapan publik ibu kota sebelum akhirnya berkelana ke berbagai klub besar seperti Arema FC, Borneo FC, hingga berkarier di Bahrain.
Kini, dengan seragam biru Persib Bandung, Adam Alis malah menjadi peluru mematikan perburuan gela juara bagi klub yang membesarkannya.
Penampilan efektifnya di lini tengah Maung Bandung tidak hanya merusak ritme permainan Persija, tetapi juga meredupkan atmosfer dukungan ribuan suporter di Stadion Segiri Samarinda