Purbaya ditanya Prabowo soal kondisi ekonomi RI: Bagus, nggak ada masalah

Photo of author

By AdminTekno

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menanyakan kondisi ekonomi Indonesia di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Menurutnya, perekonomian nasional secara umum masih berada dalam kondisi yang baik, termasuk dari sisi anggaran negara.

“Cuma ditanya gimana kondisi ekonomi, bagus, anggaran juga bagus, nggak ada masalah, pondasi ekonomi bagus tinggal nanti sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor seperti apa,” kata Purbaya kepada wartawan usai rapat dengan Prabowo di Istana Negara, dikutip pada Selasa (19/5).

Purbaya menegaskan pembahasan bersama Prabowo lebih banyak berkaitan dengan isu lain dan bukan mengenai pelemahan rupiah, yang belakangan menjadi perhatian pasar.

Purbaya juga mengisyaratkan pemerintah akan menyampaikan strategi ekonomi dalam waktu dekat. Menurutnya, arah kebijakan tersebut akan disampaikan Prabowo kepada DPR.

“Strategi bapak presiden nanti dalam waktu dekat akan dibacakan di DPR kalau enggak salah,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya membeberkan langkah pemerintah untuk membantu meredam tekanan terhadap rupiah melalui pasar obligasi atau bond market. Ia mengatakan pemerintah telah masuk ke pasar tersebut dan memperkirakan kondisi pasar akan lebih stabil pada pekan ini.

“Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Jadi harusnya sih ke depan, minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari ke bond market,” tutur Purbaya.

Purbaya mengungkapkan pemerintah menargetkan dana sekitar Rp 2 triliun per hari untuk masuk ke pasar obligasi. Dana tersebut berasal dari pengelolaan kas pemerintah dan bukan tambahan anggaran baru.

“Saya minta masuk Rp 2 triliun tiap hari,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan kas (cash management) untuk menjaga sentimen positif di pasar keuangan. Menurutnya, dana yang digunakan tidak hilang, melainkan hanya diputar untuk menciptakan stabilitas pasar obligasi.

“Kita kan masih punya beberapa tempat kan. Ini kan hanya cash management aja, jadi nggak masalah. Kan uangnya tidak hilang. Cuma diputer aja supaya ada sedikit sentiment sedikit di pasar obligasi,” terang Purbaya.

Purbaya menjelaskan stabilitas pasar obligasi diharapkan dapat menjaga minat investor asing tetap berada di pasar domestik. Dengan stabilnya harga obligasi, pemerintah menargetkan imbal hasil atau yield dapat menurun sehingga mendorong potensi keuntungan bagi investor. Ia menilai langkah itu dapat membantu menahan aliran dana keluar dan menjaga rupiah lebih terkendali.

Purbaya memastikan pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan strategi tersebut. Ia menyebut pemerintah masih memiliki dana kas dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) sekitar Rp 420 triliun yang dapat dikelola secara berkelanjutan sesuai kebutuhan pasar.

“Kan saya punya Rp 420 triliun cash yang SAL itu, saya bisa putar di sana. Bisa juga saya putar uang cash saya. Jadi cukup bisa berkesinambungan,” tutur Purbaya.

Sementara saat ditanya mengenai mekanisme buyback yang akan digunakan pemerintah, Purbaya belum menjelaskan secara rinci dan menyebut hal tersebut merupakan bagian dari strategi internal pemerintah.

Leave a Comment