Rupiah pagi ini anjlok lagi, jadi Rp 17.706 per dolar AS

Photo of author

By AdminTekno

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data pasar Bloomberg Selasa (19/5) pukul 09:09 WIB, rupiah kehilangan 38 poin (0,22 persen) ke Rp 17.706.

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah penguatan dolar AS di pasar global serta meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah suku bunga dan tensi geopolitik global. Posisi rupiah saat ini juga mendekati level terlemahnya dalam 52 minggu terakhir yang berada di kisaran Rp 17.684 per dolar AS.

Secara year-to-date (ytd), rupiah tercatat sudah melemah sekitar 6,11 persen terhadap dolar AS. Pelemahan ini memperpanjang tren tekanan mata uang Garuda dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (18/5), mengaku rupiah saat ini berada saat masih bawah nilai wajarnya (undervalue). Tapi lebih dipengaruhi faktor eksternal dan kebutuhan musiman (seasonal), bukan karena pelemahan fundamental ekonomi domestik. Karena itu, dia yakin rupiah bisa bangkit lagi.

“Nilai fundamentalnya berapa? Average of the year Rp 16.500, kisaran bawahnya Rp 16.200 kisaran atasnya Rp 16.800,” kata Perry dalam Rapat Kerja Komisi XI, Senin (18/5).

Leave a Comment