Fakta-fakta ekonomi RI tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025

Photo of author

By AdminTekno

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian RI sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pada kuartal IV 2025, ekonomi nasional bahkan tumbuh lebih tinggi, yakni 5,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, serta informasi dan komunikasi.

Kinerja tersebut didukung perbaikan industri berbasis komoditas ekspor seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan logam dasar, serta meningkatnya produksi tanaman pangan, peternakan, dan perikanan.

“Nilai perdagangan global tetap tumbuh didorong kuatnya perdagangan jasa. Selain itu, secara umum perkembangan harga komoditas utama perdagangan Indonesia pada triwulan 4 2025,” kata Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (5/3).

Konsumsi Masyarakat Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Dari sisi domestik, aktivitas ekonomi masyarakat turut menunjukkan peningkatan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Eceran Riil baik secara tahunan maupun kumulatif.

Transaksi daring melalui e-retail dan marketplace juga meningkat, tercatat tumbuh 12,2 persen secara kuartalan. Selain itu, berbagai indikator konsumsi seperti belanja bantuan sosial tunai, transaksi uang elektronik, serta penggunaan kartu debit dan kredit juga mengalami penguatan.

“Indikator lainnya seperti belanja bantuan sosial tunai, kemudian nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kredit juga mengalami pertumbuhan yang relatif kuat,” sebut Amalia.

Aktivitas produksi domestik juga memperlihatkan tren positif. Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia berada di zona ekspansi sejalan dengan kinerja sektor manufaktur. Produksi padi pada kuartal IV 2025 meningkat 7,27 persen yoy, sementara secara kumulatif sepanjang tahun tumbuh 13,29 persen.

Kinerja industri turut tercermin pada indeks kondisi dan prospek bisnis manufaktur yang berada di zona ekspansi serta penjualan listrik yang meningkat sekitar 3,5 persen yoy pada periode yang sama.

“Indeks kondisi dan prospek bisnis manufaktur juga berada pada zona ekspansi. Selain itu, penjualan listrik triwulan empat 2025 secara year on year tumbuh di kisaran 3,5 persen,” lanjut Amalia.

Realisasi Investasi

Di sektor investasi, realisasi penanaman modal domestik dan asing juga mencatat peningkatan. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi pada kuartal IV 2025 tumbuh 9,74 persen yoy dan secara kumulatif sepanjang tahun naik 12,66 persen.

Mobilitas masyarakat jadi faktor lain yang mendorong pertumbuhan. Peningkatan jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi serta bertambahnya perjalanan wisata domestik turut menggerakkan konsumsi, khususnya pada sektor makanan dan minuman, transportasi, komunikasi, hingga pembelian barang modal berupa mesin dan perlengkapan.

“Hal ini terutama didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk makanan dan Minuman, transportasi dan komunikasi, serta penambahan barang modal berupa mesin dan perlengkapan,” lanjut Amalia.

Selain faktor aktivitas ekonomi, kebijakan pemerintah juga dinilai berperan dalam menjaga stabilitas. Pengendalian inflasi dan penetapan suku bunga acuan disebut turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun.

“Kebijakan ekonomi seperti pengendalian inflasi dan tingkat suku bunga acuan juga terlihat mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Amalia.

Leave a Comment