
Pegadaian menegaskan bahwa seluruh emas nasabah yang dititipkelolakan melalui produk investasi emas Pegadaian dijamin sepenuhnya dengan underlying asset emas fisik rasio 1:1. Setiap gramasi transaksi pada produk Tabungan Emas dan Cicil Emas dijamin dengan emas fisik yang setara.
Emas fisik tersebut disimpan di brankas penyimpanan emas (vault) berstandar internasional dan diaudit secara berkala oleh regulator dan pengawas, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pegadaian menjelaskan, tingginya lonjakan permintaan nasabah terhadap emas fisik dalam waktu yang bersamaan menyebabkan terjadinya antrean panjang dalam proses pengajuan cetak dan pengambilan emas fisik. Kondisi tersebut membuat proses pemenuhan emas fisik membutuhkan waktu, seiring dengan tahapan produksi dan distribusi.
Saat ini, Pegadaian terus melakukan optimalisasi pencetakan emas fisik sesuai dengan permintaan denominasi atau gramasi emas dari nasabah. Sebagai bentuk komitmen, Pegadaian meningkatkan kapasitas produksi serta melakukan percepatan distribusi emas fisik.
Serah Terima Emas Fisik Selesai di Akhir Februari 2026
Targetnya, seluruh permintaan emas fisik yang tertunda dapat diserahterimakan kepada nasabah Pegadaian pada akhir Februari 2026.
Di sisi lain, Pegadaian memastikan likuiditas emas tetap aman dan terjamin. Bagi nasabah yang membutuhkan dana segera, Pegadaian menyediakan layanan transaksi gadai atau buyback Tabungan Emas yang dapat dilakukan melalui outlet Pegadaian maupun aplikasi TRING!.
Pegadaian juga mengimbau nasabah untuk tetap tenang, bijak, dan tidak khawatir dalam berinvestasi emas. Masyarakat diajak untuk berinvestasi emas sesuai dengan profil finansial masing-masing, berdasarkan kebutuhan dan kemampuan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Selain itu, Pegadaian menyampaikan terima kasih atas kepercayaan nasabah dan masyarakat terhadap layanan Pegadaian dan aplikasi TRING!.
Mereka terus menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik dengan memastikan tata kelola yang baik, taat regulasi, dan berintegritas, serta mengapresiasi setiap kritik, saran, dan masukan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.