Bahlil pastikan RI dapat pasokan minyak mentah dari Rusia

Photo of author

By AdminTekno

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah dari Rusia. Menurutnya, langkah tersebut bisa meningkatkan pasokan minyak cadangan minyak nasional.

Untuk itu, Bahlil juga sudah bertemu dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilyov, serta Utusan Khusus Presiden Rusia.

“Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden, sudah saya bertemu dengan Menteri ESDM dan utusan khusus dari Presiden Putin dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan minyak mentah dari Rusia,” kata Bahlil di Istana Merdeka, Kamis (16/4).

Selain itu, Bahlil juga menjelaskan bahwa Rusia tak hanya siap memasok minyak mentah ke Indonesia melainkan juga membangun infrastruktur energi terkait.

“Dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” lanjutnya.

Meski demikian, Bahlil belum bisa mengungkap berapa volume minyak mentah yang akan dipasok Rusia ke Indonesia. Hal ini karena terdapat kesepakatan untuk tak mengungkap urusan volume.

Dengan kesepakatan itu, Bahlil juga memastikan pasokan energi sampai dengan akhir tahun ini ada dalam kondisi aman.

“Dan atas arahan Bapak Presiden itu saya setuju untuk crude, satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember insyaallah sudah aman. Jadi kita tidak perlu mengambil risiko, tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita,” ujarnya.

Meski sudah mendapat kepastian pasokan minyak mentah dari Rusia, Bahlil tetap membuka opsi untuk mengimpor minyak dari Amerika Serikat (AS). Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Pasti pertanyaan kemudian adalah apakah dengan kita membeli minyak mentah dari Rusia kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain termasuk dengan Amerika? Saya katakan bahwa kebutuhan minyak mentah kita setiap tahunnya kurang lebih sekitar 300 juta ton, eh 300 juta barel. Jadi semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita harus kita lakukan,” kata Bahlil.

Sebelumnya, Kantor Berita Rusia TASS, menyebut Indonesia tengah meminta pasokan produk minyak bumi dari Rusia. Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilyov menjelaskan saat ini Rusia dan Indonesia sedang merumuskan kontrak jangka panjang.

“Kami menerima permintaan dari mitra kami di Indonesia untuk pasokan produk minyak bumi kepada mereka. Saat ini kami sedang serius menyusun kontrak jangka panjang dengan harga yang saling menguntungkan,” kata Tsivilyov.

Leave a Comment