
Kita Tekno Semen Padang FC bersiap menghadapi laga krusial saat menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-28 Super League 2025/26 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (20/4), pukul 15.30 WIB.
Meski berada di posisi yang kurang menguntungkan, Semen Padang memiliki modal positif jelang laga ini. Pada pertemuan putaran pertama di pekan ke-13, mereka sukses mencuri kemenangan 2-1 di kandang Persijap.
Tactician Kabau Sirah -julukan Semen Padang-, Imran Nahumarury menegaskan bahwa hasil tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Ia akan pastikan timnya berjuang dengan semangat membara.
“Kalau bicara home dan away tentu berbeda. Sekarang kita main di kandang, tidak ada pilihan. Tim harus berjuang sampai akhir,” ujar Imran dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan dikutip dari ileague.id.
Mantan pelatih Malut United ini juga mengakui timnya masih menghadapi kendala absennya Alhassan Wakaso, Samuel Simanjuntak, dan Irsyad Maulana.
Meski demikian, eks gelandang Timnas Indonesia ini memastikan telah menyiapkan beberapa opsi taktik untuk mengantisipasi permainan Persijap.
Terkait kabar boikot dari salah satu kelompok suporter, Imran memilih menyikapinya secara bijak. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap tim, meskipun di sisi lain dukungan langsung di stadion tetap sangat dibutuhkan.
“Kita harus berpikir positif. Kalau mereka hadir tentu akan menambah semangat, tapi kami yakin mereka tetap mendoakan tim,” imbuhnya.
Laga ini menjadi kesempatan penting bagi Semen Padang untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi.