
Kita Tekno – , JAKARTA — Manchester City akhirnya merebut puncak klasemen Liga Primer Inggris usai menang tipis 1-0 atas Burnley di Turf Moor, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dominasi Arsenal yang bertahan di posisi teratas selama enam bulan terakhir.
Gol cepat Erling Haaland pada menit kelima menjadi pembeda. Striker asal Norwegia itu memanfaatkan umpan terobosan dan menuntaskannya dengan sepakan kaki kiri yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Meski unggul cepat, City gagal menambah keunggulan. Sejumlah peluang tercipta, termasuk tembakan Haaland yang membentur tiang gawang. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat skor tetap bertahan.
Pelatih Pep Guardiola mengakui timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Ia menilai anak asuhnya tampil baik, tetapi kurang efektif dalam memanfaatkan peluang.
“Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus, tetapi melewatkan banyak peluang,” ujar Guardiola.
Burnley tampil dengan semangat tinggi meski berada di papan bawah. Mereka beberapa kali mengancam, tapi gagal menyamakan kedudukan.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. City tetap dominan, tetapi Burnley bertahan disiplin dan sesekali melancarkan serangan balik.
Tensi meningkat pada menit akhir. Burnley bahkan mendapat peluang melalui situasi bola mati. Namun, lini belakang City mampu mengamankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini mengangkat City ke puncak klasemen. Mereka kini mengoleksi 70 poin dari 33 pertandingan, sama dengan Arsenal, tetapi unggul dalam produktivitas gol.
Persaingan gelar pun semakin ketat. City harus menjaga konsistensi di sisa laga jika ingin mengunci trofi musim ini.
Di sisi lain, hasil ini memastikan nasib pahit bagi Burnley. Mereka terdegradasi setelah tertahan di 20 poin, tertinggal jauh dari zona aman dengan hanya empat laga tersisa.
Kapten Burnley Kyle Walker mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Pemain yang meraih banyak trofi bersama City ini berharap timnya bisa bangkit dan kembali lebih kuat musim depan.
Degradasi ini menjadi yang kedua bagi Burnley dalam tiga musim terakhir. Sebuah pukulan berat bagi klub yang sempat tampil impresif saat promosi sebelumnya.