
Permintaan Presiden Prabowo Subianto terkai penurunan potongan ke driver ojek online atau ojol menjadi salah satu berita populer di kumparanBISNIS sepanjang Jumat (1/5). Selain itu, harga BBM Pertamina tidak naik juga menyita perhatian publik.
Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Gak Mau, Gak Usah Usaha di RI
Presiden menyoroti besaran potongan pendapatan pengemudi ojol oleh aplikator yang mencapai 20 persen. Dalam peringatan May Day 2026, Prabowo secara tegas meminta agar potongan tersebut diturunkan hingga di bawah 10 persen, melihat kerja keras dan risiko yang dihadapi para driver setiap hari.
Langkah konkret untuk perlindungan driver ojol telah diwujudkan melalui penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Perpres ini akan menjadi landasan hukum yang kuat untuk menjamin hak-hak pengemudi.
Perpres tersebut secara spesifik mengatur pemberian jaminan kecelakaan kerja, BPJS Kesehatan, dan asuransi bagi pengemudi ojol. Selain itu, aturan ini juga akan menaikkan porsi pendapatan pengemudi menjadi minimal 92 persen dari sebelumnya 80 persen.
Harga BBM Pertamina per 1 Mei 2026, Pertamax Tetap Rp 12.300 per Liter
Pertamina memutuskan untuk tidak mengubah harga BBM baik subsidi maupun nonsubsidi per 1 Mei 2026.
Dengan demikian, harga Pertamax (RON 92) tetap di Rp 12.300 per liter, Pertamax Green di Rp 12.900 per liter, serta Pertalite di Rp 10.000 per liter dan Biosolar di Rp 6.800 per liter.
Sedangkan, harga Pertamax Turbo tetap Rp 19.400 per liter. Untuk harga Dextlite, ditetapkan Rp 23.600 per liter. Untuk Pertamina Dex, harga ditetapkan Rp 23.900 per liter. Harga sejumlah BBM di sejumlah provinsi lainnya bisa berbeda.