Gelombang penolakan keras terus membayangi klaim kontroversial Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Sebelumnya, Bakom RI secara sepihak mengumumkan telah menggandeng sekitar 40 media digital ke dalam sebuah wadah bernama Indonesia New Media Forum (INMF), dengan tujuan menjadikannya mitra komunikasi strategis pemerintah. Klaim ini sontak memicu polemik luas di kalangan industri media dan publik.
Menyusul langkah tegas yang diawali oleh Narasi, kini puluhan media digital lain dari daftar yang disebut Bakom RI secara serentak merilis pernyataan sikap. Pernyataan tersebut dengan lugas membantah keras keterlibatan mereka dalam program bentukan Bakom RI ini, menegaskan ketidaksetujuan dan ketidakterlibatan mereka.
Salah satu bantahan paling tegas datang dari Folkative. Melalui akun Instagram resminya, Folkative secara eksplisit menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak memiliki kaitan dengan program Bakom RI maupun agenda peluncuran INMF. Mereka juga menambahkan, “Folkative tidak mengetahui, tidak terlibat, serta tidak menghadiri pertemuan maupun konferensi pers yang berkaitan dengan INMF ataupun Badan Komunikasi Pemerintah pada tanggal 6 Mei 2206.” Dalam unggahan yang sama, Folkative juga menegaskan posisinya sebagai lembaga yang berprinsip demi menjaga independensi. “Folkative juga BUKAN merupakan mitra resmi Pemerintah. Folkative akan terus berkomitmen menjaga integritas dan independensi dalam menjalankan aktivitas perusahaan,” lanjut keterangan tersebut, mempertegas komitmen mereka terhadap jurnalisme yang bebas intervensi.
Bantahan senada turut disuarakan oleh akun Bapak2ID. Pihak Bapak2ID mengaku terkejut dan keberatan ketika nama medianya tiba-tiba dicatut masuk dalam daftar mitra pemerintah yang diumumkan oleh Bakom RI. “Lagi rame berita di Tempo tentang Bakom mengajak media yang tergabung di Indonesia New Media Forum (INMF), dan nama kita tau-tau ada di situ. KAGA, KAMI KAGA IKUTAN! Dan kami kaga tergabung di mana-mana. Kami aja kaget denger kabar ini,” tulis akun Bapak2ID dengan gaya khas mereka. Mereka kembali menegaskan posisinya, “Kami sama sekali tidak terlibat, kaga hadir dan kaga ngarti soal itu,” menepis semua asumsi keterlibatan.
Selain media-media yang memberikan bantahan keras terhadap pencatutan nama mereka, ada pula pihak yang mengambil langkah untuk meluruskan fakta terkait wadah INMF itu sendiri. Salah satunya adalah Indozone, yang memberikan perspektif berbeda namun tetap menggarisbawahi independensinya. Melalui unggahan resminya, Indozone mengklarifikasi bahwa Indonesia New Media Forum (INMF) bukanlah forum bentukan pemerintah, melainkan sebuah inisiatif independen yang lahir dari komunitas media. “Penting untuk dipahami bahwa Indonesia New Media Forum (INMF) adalah inisiatif mandiri untuk memperkuat jejaring antar new media, dan tidak memiliki keterkaitan dengan pemerintah,” tulis akun Indozone dalam keterangan unggahan.
Indozone juga memastikan posisi redaksinya sebagai media yang terverifikasi oleh Dewan Pers dan tidak terikat kemitraan dengan Bakom RI atau pihak manapun. “Indozone adalah media yang berdiri tegak di atas kepentingan publik. Kami berkomitmen untuk tetap menjadi ruang informasi yang netral, akurat, dan berlandaskan pada kebenaran. Indozone juga tidak sedang bermitra dan digandeng oleh pihak manapun!,” lanjut keterangan tersebut, mengukuhkan integritas dan netralitas mereka dalam menyampaikan informasi.
Sehubungan dengan polemik yang berkembang, berikut adalah daftar 27 media digital yang telah secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap terkait klaim Bakom RI:
1. Narasi
2. Folkative
3. Bapak-Bapak ID
4. Indozone
5. Indomusikgram
6. Infipop
7. USS Feeds
8. Menjadi Manusia
9. GNFI
10. Cretivox
11. Kok Bisa
12. Taubatters
13. Pandemic Talks
14. Kawan Hawa
15. Volix Media
16. Ngomongin Uang
17. Big Alpha
18. Proud Project
19. The Maple Media
20. How to be Nothing
21. Geometry Media
22. Dream
23. Melodi Alam
24. NKSTHI
25. Modestalk
26. Nalar TV
27. Mature Indonesia