4 film Joko Anwar dibintangi Endy Arfian, terbaru Ghost in the Cell!

Photo of author

By AdminTekno

Joko Anwar kembali akan merilis film terbarunya yang bertajuk Ghost in the Cell. Film garapannya yang ke-12 ini telah ditunggu oleh para pencinta film Indonesia karena memiliki alur cerita yang tidak biasa dan dibintangi oleh sederet artis-artis papan atas.

Dari deretan pemain film Ghost in the Cell, nama Endy Arfian kembali jadi perbincangan karena aktor kelahiran 2001 tersebut dinilai langganan menjadi pilihan dari Joko Anwar. Terbaru ada Ghost in the Cell, berikut ini empat film garapan Joko Anwar yang dibintangi oleh Endy Arfian.

1. Pengabdi Setan (2017)

Pengabdi Setan menceritakan tentang Rini (Tara Basro), yang tinggal bersama neneknya, Rahma Saidah (Elly D Luthan), ibunya, Mawarni (Ayu Laksmi), ayahnya, Bahri (Bront Palarae), serta tiga adik laki-lakinya yakni Tony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Anuz), dan Ian (Muhammad Adhiyat). Keluarga ini tengah menghadapi masalah keuangan. Pasalnya, semua tabungan mereka habis untuk biaya berobat Mawarni yang sakit parah. Selama sakit, ia hanya bisa berbaring di kasur dan membunyikan lonceng untuk meminta bantuan suami atau anak-anaknya.

Hingga akhirnya Mawarni meninggal dunia setelah berjuang untuk sembuh selama 3,5 tahun. Sepeninggal sang ibu, sang ayah pergi ke kota untuk mencari nafkah. Sementara di rumah tersebut, seluruh anggota keluarga Rini mulai diganggu hal-hal mistis. Gangguan mistis tersebut membuat nenek mereka tewas tercebur sumur. Setelah semua kejadian tersebut, Rini dan adik-adiknya pun mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga mereka.

2. Pengabdi Setan 2: Communion (2022)

Pengabdi Setan 2: Communion melanjutkan kisah setelah beberapa tahun keluarga Rini (Tara Basro) selamat dari kejadian yang menimpa keluarga mereka. Setelah kepergian ibu (Ayu Laksmi) dan adik bungsunya, Ian (Muhammad Adhiyat), Rini beserta adik-adik lainnya, Toni (Endy Arfian) dan Bondi (Nasar Anuz), serta sang ayah (Bront Palarae), memutuskan untuk pindah rumah dan tinggal di rumah susun. Mereka berencana memulai lembaran baru dan melupakan kejadian yang mengerikan di rumah susun tersebut.

Namun, ternyata keputusan tersebut hanya isapan jempol belaka. Nyatanya, kehidupan Rini dan adik-adiknya beserta sang ayah tidak berjalan normal selama di rumah susun. Setelah diselidiki ternyata sang Ibu masih memiliki ikatan perjanjian dengan setan yang membuat kehidupan keluarga mereka terganggu. Bahkan, tak hanya teror-teror semata yang mengganggu kehidupan mereka, kini teror mencekam yang menelan korban jiwa juga kian mendatangi kehidupan keluarga Rini.

3. Pengepungan di Bukit Duri (2025)

Pengepungan di Bukit Duri berkisah tentang kerusuhan tahun 2009 yang meninggalkan luka mendalam dalam hidup Edwin (Morgan Oey). Ia adalah pria keturunan Tionghoa yang kini bekerja sebagai guru di SMA Duri, sebuah sekolah yang dikenal penuh dengan siswa bermasalah. Namun, tujuan Edwin mengajar tak hanya soal pelajaran. Ia diam-diam mencari keponakannya yang hilang, sebagai wujud janji kepada mendiang sang kakak. Namun, ternyata pencarian itu penuh tantangan dan tak semudah yang ia kira.

Kerusuhan kembali pecah dan menyebar ke seluruh penjuru kota. Identitas Edwin membuatnya jadi sasaran bahaya. Bersama tiga orang lainnya, yaitu guru Diana (Hana Pitrashata Malasan), dan dua muridnya, Kristo (Endy Arfian) dan Rangga (Fatih Unru), mereka terjebak di sekolah. Ironisnya, salah satu siswa, yaitu Jefri (Omara Esteghlal), yang seharusnya melindungi, justru memimpin pengepungan terhadap mereka. Ketegangan terus meningkat. Sekolah yang awalnya tempat belajar berubah menjadi arena bertahan hidup.

4. Ghost in the Cell (2026)

Ghost in The Cell berpusat di sebuah lapas bernama Labuhan Angsana, yang dikenal sangat kejam. Penjara tersebut berisikan sejumlah narapidana yang datang dari beragam latar belakang masalah, termasuk dengan Anggoro (Abimana Aryasatya) serta Six (Yoga Pratama). Di dalam penjara tersebut, para narapidana hidup dengan masalah sehari-hari, seperti permusuhan antara sesama narapidana dan intimidasi dari para petugas penjara.

Pada suatu hari, seorang narapidana baru bernama Dimas (Endy Arfian) masuk ke dalam penjara. Kabarnya, sosok yang terlihat culun tersebut memutilasi bosnya. Sejak kedatangan Dimas, satu demi satu narapidana meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan. Dimas ternyata membawa sosok menjadi penyebab kematian sejumlah narapidana tersebut. Mereka yang pernah ditempatkan di lapas tidak pernah keluar dengan utuh, baik secara mental maupun fisik.

Latar penjara yang tertutup dan suasana penjara yang sunyi pun menciptakan atmosfer yang terasa mencekam. Para narapidana bersama dengan para penjaga lapas kemudian saling bekerja sama agar tetap bisa bertahan hidup di tengah pembantaian massal yang semakin mengerikan.

Sudah kerjasama sejak tahun 2017, hingga kini Endy masih menjadi salah satu aktor langganan yang kerap membintangi film-film garapan Joko Anwar. Film Ghost in the Cell sendiri akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 16 April 2026.

7 Film Terlaris Endy Arfian, Comeback di Karya Terbaru Joko Anwar 10 Film Horor yang Dibintangi Endy Arfian, Terbaru Petaka Gunung Gede

Leave a Comment