Breaking news: 3 bus rombongan Bobotoh dilempari batu di Lampung usai Persib vs Bhayangkara

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Tiga bus rombongan Bobotoh, termasuk yang ditumpangi Ketua Umum Viking, diserang orang tak dikenal di KM 44 Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Lampung, pada Jumat dini hari. 
  • Penyerangan berupa pelemparan benda keras tersebut mengakibatkan kerusakan pada kaca bus, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. 
  • Ribuan suporter tetap melanjutkan perjalanan pulang menuju Jawa Barat dengan memenuhi jalur laut di Pelabuhan Bakauheni.

Kita Tekno LAMPUNG – Tiga bus yang dinaiki suporter Persib Bandung, Bobotoh, diserang orang tidak dikenal seusai pertandingan Persib Bandung melawan Bhayangkara FC, di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026) malam.

Penyerangan bus tersebut terjadi pada saat puluhan bus Bobotoh baru saja meninggalkan stadion, dan terjadi sekitar pukul 01.30, Jumat (1/5/2026).

Di tengah perjalanan, tepatnya di KM 44 Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Lampung, beberapa bus mengalami penyerangan orang tidak dikenal berupa pelemparan kaca depan menggunakan benda keras.

Alhasil, tiga bus mengalami kerusakan di kaca bagian depan dan pinggir kanan. Namun, dalam kejadian tidak ada korban jiwa dan Bobotoh kembali melanjutkan perjalanan pulang.

“Bus yang diserang itu bus pusat yang ditumpangi Ketua Umum Viking sama bus Bobotoh lain, total ada tiga bus,” ungkap Ketua Viking Tasikmalaya Ganjar dikonfirmasi TribunPriangan.com, Jumat (1/5/2026).

Ganjar mengaku, penyerangan ini dilakukan oleh oknum yang sampai sekarang belum diketahui identitasnya.

“Kejadiannya sebelum Bakauheni di KM 44. Untuk kerusakan, kaca depan, pinggir juga ada, dan bus yang diserang dengan kloter berbeda tapi semua asal dari Jawa Barat,” ungkap Ganjar.

Meskipun mendapat serangan di tengah jalan, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa dan Bobotoh tetap melanjutkan perjalanan pulang.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan luka, karena Bobotoh tetap lanjut perjalanan menuju Bandung,” jelasnya.

Ganjar menambahkan, kejadian penyerangan ini terjadi seusai pertandingan. Karena semua Bobotoh pulang bareng menuju daerah masing-masing.

“Kejadian kurang lebih 01.30 dini hari, karena sesuai pertandingan langsung pulang diikuti semua Bobotoh,” katanya.

Sedangkan Viking Tasikmalaya berangkat ke Lampung menggunakan satu bus medium dan pada 1 Mei 2026 pagi baru tiba di Karawang.

Saat ditanya mengenai kapal feri yang dipenuhi Bobotoh, ia mengatakan hal ini memang benar adanya karena setiap kelompok keberangkatan di jalur laut antara Pelabuhan Bakauheni dan Merak tersebut dipenuhi Bobotoh saat itu.

“Kebetulan semua tidak bareng dan tiap jam ada terus, minimal 30 ribu penumpang dan setiap penumpang hampir 80 persen Bobotoh, dan Bobotoh bareng berangkat dengan beberapa kloter kurang lebih 40 kendaraan termasuk mobil pribadi juga,” kata Ganjar. (*)

(Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin) 

Leave a Comment