Duka tragedi tabrakan kereta di Bekasi, anak korban dapat jaminan pendidikan

Photo of author

By AdminTekno

Kecelakaan tragis yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin, 27 April, telah menyisakan duka mendalam dan kehilangan jiwa. Salah satu korban meninggal adalah Nurlaela (37), seorang warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang meninggalkan seorang putra tunggal yang masih duduk di bangku akhir sekolah dasar. Tragedi ini bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga masa depan yang diharapkan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Menanggapi musibah ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera menunjukkan rasa tanggung jawab dan kepeduliannya. Melalui Direktur Utama, Bobby Rasyidin, perusahaan menyampaikan belasungkawa tulus dan meninjau langsung kebutuhan para keluarga korban. Dalam kunjungan tersebut, KAI secara tegas memastikan komitmennya untuk memberikan dukungan krusial, terutama dalam bentuk jaminan pendidikan bagi anak-anak korban yang kini menghadapi masa depan yang tidak pasti.

KAI Berikan Jaminan Pendidikan untuk Anak Korban
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk bantuan yang akan diberikan. Dukungan tersebut diwujudkan dalam program asuransi pendidikan yang saat ini sedang dalam proses finalisasi kerja sama dengan pihak perbankan. “Jaminan pendidikan ini dalam bentuk asuransi pendidikan yang sekarang sedang diproses dengan kerja sama oleh bank,” ujar Anne kepada kumparanMOM pada Selasa, 5 Mei. Rencananya, jaminan pendidikan ini akan menjangkau hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan mekanisme penyaluran yang masih dalam tahap peninjauan mendalam oleh tim KAI.

Gubernur Jabar Turut Beri Dukungan
Gelombang dukungan tidak berhenti pada PT KAI. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga turut memberikan perhatian dan bantuan tambahan yang signifikan. Ia menyumbangkan dana pendidikan sebesar Rp50 juta untuk anak korban. Lebih dari itu, Dedi Mulyadi menyatakan kesediaannya untuk menjadikan anak korban sebagai anak asuhnya, serta berkomitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan pendidikannya di masa mendatang. “Anak ibu gurunya nanti jadi anak saya, untuk sekolahnya ikut program pendidikan saya,” kata Dedi, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube pribadinya, menunjukkan empati dan janji nyata.

Diketahui, Nurlaela merupakan seorang guru sekolah dasar yang berdedikasi di SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur. Kepergiannya meninggalkan kekosongan yang besar bagi keluarga dan murid-muridnya. Jenazah Nurlaela sendiri telah dimakamkan di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 28 April, sehari setelah kecelakaan tragis tersebut. Kini, masa depan sang anak tunggal akan terus didukung oleh PT KAI dan Gubernur Jawa Barat, memastikan bahwa pendidikan dan masa depannya tetap terjamin.

Leave a Comment