
Spanyol memberikan izin bagi kapal pesiar MV Hondius untuk berlabuh di Kepulauan Canaria setelah sejumlah penumpang di kapal tersebut terjangkit hantavirus — penyakit yang biasanya disebabkan hewan pengerat utamanya tikus.
MV Hondius sebelumnya berlayar dari Argentina menuju Cape Verde, Afrika.
Melalui keterangan yang dirilis Kementerian Kesehatan Spanyol pada Selasa (5/5) malam, disebutkan bahwa mereka menerima laporan dari WHO bahwa Cape Verde tidak dapat memberikan izin bagi kapal yang membawa 147 kru dan penumpang untuk berlabuh di wilayahnya.
“Kepulauan Canaria adalah lokasi terdekat dengan kemampuan yang dibutuhkan,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Spanyol, seperti dikutip dari Al Jazeera.

“Spanyol memiliki kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini, yang di antaranya juga terdapat beberapa warga negara Spanyol,” sambung mereka.
Hantavirus yang menyebar di kapal pesiar tersebut telah menyebabkan pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman meninggal dunia.
Penyebaran Terjadi Awal April
Penyakit ini ditularkan melalui air seni, kotoran, dan air liur hewan pengerat seperti tikus. Diduga, penyebaran di atas kapal terjadi pada awal April.
Selain tiga orang yang meninggal, seorang penumpang asal Inggris telah dibawa ke Afrika Selatan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dua kru kapal saat ini juga dilaporkan harus segera mendapatkan perawatan medis karena terjangkit hantavirus. Terdapat satu orang lainnya di atas kapal yang mengalami gejala ringan.
Penularan Antarmanusia
Seorang pejabat WHO pada Selasa menjelaskan bahwa penularan hantavirus antarmanusia kemungkinan telah terjadi di atas kapal.
“Kami percaya bahwa mungkin ada beberapa penularan dari manusia ke manusia yang terjadi dalam kontak yang sangat dekat, seperti suami dan istri atau orang-orang yang berbagi kabin,” kata pejabat WHO, Maria Van Kerkhove.