Kita Tekno – – Badan Gizi Nasional (BGN) merespons anjloknya harga telur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dengan menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut untuk meningkatkan penggunaan telur dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk membantu penyerapan hasil produksi peternak ayam petelur lokal sekaligus menjaga stabilitas harga telur di tingkat produsen.
“Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG, sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan telur peternak dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen,” kata Nanik di Jakarta, Jumat (8/5).
Menurut Nanik, kebijakan itu diambil setelah BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Kabupaten Magetan terkait kondisi harga telur yang terus menurun di tingkat peternak.
Harga Emas Antam Sabtu, 9 Mei 2026: Stagnan Rp 2.839.000 Per Gram
Ia menjelaskan, frekuensi penggunaan telur dalam menu MBG di Magetan akan ditingkatkan menjadi tiga kali dalam sepekan. Sebelumnya, menu berbahan telur hanya diberikan dua kali dalam seminggu.
“Jadi untuk menaikkan harga telur, peternak program MBG akan menggunakan menu telur seminggu tiga kali. Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk peternak ayam petelur,” ujarnya.
Nanik menambahkan, selama ini SPPG di Kabupaten Magetan telah menyerap pasokan telur dari peternak lokal dan tidak mengambil suplai dari luar daerah. Langkah tersebut dinilai dapat membantu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Sebelumnya, pada Rabu (6/5), sejumlah peternak ayam petelur di Magetan menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Magetan dan sekitar Masjid Agung Baitussalam. Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan sekitar tiga ton telur gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur.
Para peternak menyebut harga telur di tingkat kandang saat ini berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp22.800 per kilogram. Angka tersebut jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram.
Selain harga jual yang rendah, peternak juga mengeluhkan tingginya biaya pakan ternak serta kondisi overproduksi yang membuat penyerapan telur di pasar tidak maksimal.