Penyewa joki UTBK-SNBT di Universitas Negeri Surabaya ternyata bidik jurusan kedokteran

Photo of author

By AdminTekno

 

Kita Tekno – – Kasus dugaan perjokian ditemukan pada hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Negeri Surabaya, Selasa (21/4).

Terbaru, terungkap fakta bahwa penyewa jasa joki tersebut mengincar kusi Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi negeri wilayah Malang, Provinsi Jawa Timur. Artinya, Unesa hanya sebagai lokasi ujian.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, setelah meninjau pelaksanaan UTBK-SNBT hari kedua di Kampus Lidah Wetan Universitas Negeri Surabaya.

“Iya, kedokteran (jurusan yang diincar peserta penyewa joki), kedokteran salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur. (Profil pelaku dari Surabaya?) Kita masih menunggu hasil penyelidikan,” ucapnya.

Iran Tolak Perundingan dengan AS, Tegaskan Tak Mau Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump

Menurut Prof. Atip, kasus perjokian UTBK-SNBT tidak hanya mencederai integritas pendidikan Indonesia, tetapi sudah masuk ranah kriminal. Sebab pelaku joki ini nekat memalsukan identitas demi keuntungan ekonomi.

“Kita harus bertindak tegas, ini (temuan kasus perjokian) harus didalami, bukan hanya jokinya saja, tetapi dia bertindak atas nama siapa, keduanya karena melakukan perbuatan yang melanggar aturan,” tegas Prof. Atip.

Di sisi lain, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Negeri Surabaya, Martadi mengungkap penjoki tersebut berjenis kelamin laki-laki dan berusia sekitar 23 – 24 tahun.

“Kemarin yang bersangkutan kita tanya, katanya dia orang Madura. Namun ketika kita tanya dalam bahasa Madura, dia tidak bisa, memang anak yang dijoki berasal dari sana, sehingga dia mengaku seperti itu,” tutur Martadi.

Modus yang dilakukan pun terbilang cerdik. Ia menggunakan foto yang sama dengan kartu UTBK-SNBT 2025, hanya sedikit diedit untuk mengelabui pengawas. Namun nama peserta yang diduga klien berbeda.

“Kita menemukan ada potensi (kecurangan), foto dengan tingkat kemiripan hampir 95 persen. Foto ini digunakan di dua SPMB yang berbeda. Dari situlah kemudian kita coba telusuri dan dia mengaku memang joki,” ujarnya.

Panitia UTBK di Universitas Negeri Surabaya menduga ada pemalsuan ijazah dan KTP. Pihaknya melakukan verifikasi ke sekolah menemukan nama sesuai, tetapi foto pada ijazah berbeda sehingga diduga palsu.

Dugaan adanya jaringan yang lebih besar pun mencuat. Pasalnya tidak hanya di satu kampus, pola joki serupa juga ditemukan di beberapa perguruan tinggi lain, termasuk Universitas Airlangga, namun peserta tidak hadir.

Jerman akan Kerahkan 3 Kapal untuk Misi Pengamananan Pelayaran di Selat Hormuz

Menurutnya, para joki ini bukan orang sembarangan. Mereka direkrut secara rapi dan terorganisir. Bahkan, antarjoki tidak saling mengenal karena sistem kerja mereka dibuat berlapis.

“Mereka direkrut, tetapi tidak saling tahu satu, antara joki mereka tidak saling kenal. Mereka hanya bertemu satu pihak di atasnya. Satu layer di atasnya lagi diduga bukan dari Jatim, melainkan jaringan nasional,” pungkas Murtadi.

Ia menegaskan Universitas Negeri Surabaya tidak menoleransi segala tindakan kecurangan. Peserta tang terbukti curang akan langsung didiskualifikasi dan di-blacklist. Unesa juga telah membuat laporan ke polisi.

Leave a Comment