
Kita Tekno – , TEHERAN — Angkatan bersenjata Iran meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan Amerika Serikat (AS) untuk membalas serangan AS terhadap sebuah kapal tanker, kata laporan televisi nasional Iran pada Kamis (7/5/2026), dengan mengutip sumber militer. Adapun pada Rabu (6/5/2026), Komando Pusat AS mengatakan pasukannya telah melumpuhkan sebuah kapal tanker yang mengibarkan bendera Iran di sekitar Teluk Oman.
Namun, laporan Iran tidak menerangkan apakah kedua insiden tersebut berhubungan. Setelah menghadapi tembakan pasukan Iran di Selat Hormuz dan mengalami kerusakan, kapal-kapal AS tersebut mundur, kata laporan tersebut meski tanpa merinci kapan terjadinya.
Sementara itu, pada Kamis pula, suara ledakan dilaporkan terdengar di barat Teheran, dengan kantor berita Mehr mengkonfirmasi sistem pertahanan udara beroperasi di ibu kota Iran itu. AS juga dilaporkan melancarkan serangan terhadap Pelabuhan Qeshm dan Kota Bandar Abbas, menurut laporan Fox News, mengutip pejabat senior militer AS.
Beberapa jam setelah terjadi baku tembak, Press TV pada Jumat melaporkan bahwa, situasi di Selat Hormuz dan kota-kota pesisir Iran telah kembali normal.
Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan serangan baru jika Teheran menolak untuk segera menandatangani kesepakatan. “Kita akan menjatuhkan mereka dengan cara yang jauh lebih keras dan lebih brutal di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!” kata Trump di Truth Social.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Perundingan di Islamabad berakhir tanpa hasil, dan Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi Iran waktu untuk mengajukan “proposal terpadu.” Selanjutnya pada Ahad malam, Trump mengumumkan Proyek Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terblokir di Selat Hormuz dan berupaya meninggalkannya.
Sementara itu, pada Selasa, Trump mengatakan bahwa ia memutuskan untuk menghentikan operasi tersebut untuk sementara waktu guna melihat apakah kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai.