Anggota senior dari Majelis Ahli Iran, Ali Moalemi, baru-baru ini menegaskan bahwa proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru tidak akan memakan waktu lama. Pernyataan ini muncul menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas setelah dugaan serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada hari Sabtu, 28 Februari.
Moalemi menjelaskan lebih lanjut bahwa para anggota Majelis Ahli telah mengikrarkan sumpah untuk menjunjung tinggi sejumlah prinsip fundamental dalam menentukan penerus kepemimpinan. Beliau menekankan bahwa preferensi pribadi terhadap individu, afiliasi fraksi politik, maupun partai tidak akan menjadi faktor penentu. “Mereka akan memberikan suara berdasarkan penilaian masing-masing dan sesuai dengan prinsip keagamaan,” ujar Moalemi kepada Kantor Berita ISNA pada hari Selasa, 3 Maret, sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera, menggarisbawahi komitmen pada objektivitas dan ajaran spiritual.
Lebih jauh, Moalemi menegaskan komitmen Majelis Ahli untuk memilih sosok yang memiliki kapabilitas dan karakteristik yang menyerupai Pemimpin Revolusi yang gugur sebagai martir tersebut. “Seperti di masa lalu, Majelis Ahli akan memilih sosok seperti Pemimpin Revolusi yang gugur sebagai martir,” imbuhnya, merujuk pada mendiang Ayatollah Ali Khamenei, memastikan bahwa pilihan mereka akan mencerminkan kesinambungan visi dan dedikasi kepemimpinan spiritual Iran.