
jpnn.com, MEDAN – Ajang ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 akan digelar di Sumatra Utara pada 1 hingga 14 Juni mendatang.
Ketum PSSI Erick Thohir menyambut positif penyelenggaraan turnamen antarnegara ASEAN tersebut di kota Melayu Deli itu.
Diharapkan dengan adanya kesempatan tersebut membuat event-event sepak bola tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
“Keberhasilan penyelenggaraan adalah kerja bersama. PSSI tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Utara,” kata Erick.
Menko Airlangga: Penandatanganan Perjanjian DEFA Harus Dilaksanakan di KTT ASEAN 2026
“Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik sekaligus memberikan panggung bagi talenta muda kita untuk bersinar di tingkat internasional,” sambung pria kelahiran 30 Mei 1970 itu.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyambut positif PSSI menyelenggarakan Piala AFF U-19 di daerahnya.
Bobby menyebut pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada 10 peserta ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 untuk bisa meninggalkan kesan positif.
“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi momentum menunjukkan kesiapan infrastruktur dan keramahtamahan Sumatra Utara kepada Asia Tenggara,” ujar Bobby.
Isu Indonesia Jadi Tuan Rumah, Ini Sejarah di Balik Lahirnya FIFA ASEAN Cup
Rencananya ajang ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 akan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara.
Pada ajang tersebut Timnas Indonesia yang berstatus juara bertahan tergabung di Grup A bersama Vietnam, Timor Leste, Myanmar.
Adapun Grup B diisi Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, serta Grup C bakal bersaing Australia, Kamboja, dan Filipina.
Dorong Transformasi SEA Games, Erick Thohir Panen Dukungan dari Asia Tenggara
Menarik ditunggu perjuangan Timnas Indonesia pada Piala AFF U-19 2026.
Bagi Sobat Negeriku yang ingin menyaksikan bisa melalui streaming di Vidio.com atau layar kaca Indosiar.(pssi/mcr16/jpnn)
Polemik Tunggakan Gaji Pemain PSBS Biak, Erick Thohir Singgung Mekanisme Liga