Sinopsis film dokumenter Pesta Babi, viral usai nobarnya dibubarkan

Photo of author

By AdminTekno

Film dokumenter Pesta Babi menjadi sorotan panas setelah acara nonton bareng (nobar) film tersebut di sejumlah daerah dilaporkan dibubarkan secara paksa oleh aparat TNI hingga pihak universitas. Setidaknya ada dua lokasi pembubaran nobar yang ramai diperbincangkan, yakni di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan di kawasan Ternate Tengah, Maluku Utara.

Film ini disutradarai oleh Dandhy Laksono yang telah dikenal lewat berbagai film dokumenter bertema isu sosial, lingkungan, hingga politik di Indonesia. Kalau kamu masih ingat, beberapa tahun yang lalu, ia sempat mencuri perhatian lewat film dokumenter Dirty Vote.

Lantas, seperti apa sinopsis film Pesta Babi? Isu apa yang menjadi sorotan utama dalam dokumenter tersebut hingga aktivitas nobarnya berujung pembubaran?

1. Sinopsis film Pesta Babi

Pesta Babi merupakan dokumenter investigatif berlatar di wilayah Papua Selatan. Film ini mengikuti kehidupan masyarakat adat, seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang disebut kehilangan tanah dan ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.

Dokumenter ini menggambarkan bagaimana hutan-hutan adat dibuka untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan dalam skala besar. Di sisi lain, hal tersebut membuat masyarakat lokal merasa tersingkir dari tanah leluhur mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka memasang “salib merah” sebagai simbol penolakan terhadap perusahaan dan penguasaan lahan.

Dengan durasi sekitar 95 menit, film ini juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek-proyek investasi yang berlangsung di kawasan tersebut.

2. Makna judul Pesta Babi

Sementara itu, judul Pesta Babi sendiri diambil dari tradisi budaya masyarakat Muyu bernama Awon Atatbon, yakni sebuah ritual adat besar yang melibatkan babi sebagai simbol sosial dan budaya. Tradisi tersebut sangat bergantung pada keberlangsungan hutan dan alam Papua.

Oleh karena itu, bisa dikatakan film ini menggunakan istilah “Pesta Babi” sebagai metafora untuk menunjukkan bahwa kerusakan hutan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga identitas budaya dari masyarakat adat.

3. Kerja sama dengan banyak organisasi

Salah satu alasan nobar film ini dibubarkan adalah karena judulnya dinilai provokatif. Namun, anggota Fraksi PDIP DPR RI, TB Hasanuddin, menegaskan bahwa penilaian terhadap sebuah film seharusnya disikapi lewat diskusi dan argumentasi, bukan pembubaran kegiatan.

“Kalau ada pihak yang menilai isi film tidak tepat atau provokatif, maka seharusnya dibantah dengan data, klarifikasi, dan argumentasi, bukan dengan pembubaran kegiatan,” tuturnya dilansir IDN Times, Senin (11/5/2026).

Sementara itu, meski dinilai meresahkan, film ini sendiri bekerja sama dengan berbagai organisasi dan komunitas, mulai dari Greenpeace Indonesia, WatchDoc, hingga LBH Papua Merauke.

5 Sutradara yang Jago Bikin Film Fiksi dan Dokumenter Sekaligus 6 Serial Dokumenter Netflix tentang Alien dan Hantu 6 Dokumenter The Beatles yang Wajib Ditonton Fans Sejati

Leave a Comment