
Mayoritas kru di kapal pesiar MV Hondius yang saat ini tengah berstatus karantina akibat wabah hantavirus, dilaporkan berasal dari Filipina. Jumlahnya mencapai 38 orang.
Departemen Kesehatan Filipina (DOH) mengkonfirmasi bahwa 38 kru warga negara Filipina yang berada di atas kapal tersebut hingga kini dalam kondisi stabil dan belum menunjukkan gejala terinfeksi meski kapal tengah menjalani isolasi ketat di perairan internasional.
“Kabar baiknya, menurut WHO, di bawah peraturan kesehatan internasional, mereka tidak ada yang sakit. Kami belum mendengar atau menerima laporan apa pun sejauh ini. Kami terus berkoordinasi secara erat,” ujar juru bicara DOH Albert Domingo dikutip dari Inquirer, Kamis (7/5).
Apakah para kru itu akan dipulangkan ke Filipina nantinya?
“Kami sedang memantau situasinya dan, berdasarkan koordinasi kami dengan instansi pemerintah [lainnya], tanggung jawab pemulangan (repatriasi) kini berada di tangan operator,” ujar Domingo.
“Mereka adalah kapal pesiar, ada perusahaannya, mari kita pantau bagaimana proses kepulangan mereka nanti,” lanjutnya.

Mengutip AFP, kapal pesiar yang dioperasikan Oceanwide Expeditions itu berisi 88 penumpang dan 61 kru. Kru itu berasal dari 12 negara, termasuk 38 orang dari Filipina, 5 dari Ukraina, 5 dari Belanda, dan 4 dari Inggris.
Sedang penumpang ada 88 orang dari 15 negara. Di antara penumpang itu termasuk 19 orang dari Inggris, 17 dari Amerika Serikat, 13 dari Spanyol, dan 8 dari Belanda.
8 Kasus Hantavirus
Hantavirus biasanya ditularkan melalui paparan urine atau kotoran hewan pengerat, utamanya tikus yang terinfeksi.
Gejala-gejalanya meliputi demam, gangguan gastrointestinal (pencernaan), pneumonia, dan gangguan pernapasan parah.
Saat ini ada 8 kasus hantavirus — baik positif maupun suspek — terkait kapal pesiar MV Hondius, tiga di antaranya meninggal dunia.
Kapal pesiar itu berangkat dari Ushuaia, Argentina, sekitar 1 April 2026. Rutenya cukup panjang dan melewati pulau-pulau terpencil.
Rute utamanya:
Ushuaia, Argentina
Antartika
South Georgia
Nightingale Island
Tristan da Cunha
Saint Helena
Ascension Island
Cape Verde
Setiba di dekat Cape Verde, negara di Afrika Barat itu menolak kapal merapat dengan alasan “kehati-hatian” menyusul munculnya wabah hantavirus.
Spanyol kemudian mengizinkan kapal berlabuh di wilayahnya di Kepulauan Canary dengan alasan kemanusiaan.